1. Elementary OS
Jika lo Linuxer, pasti sudah kenal dong dengan distro Linux ini :p Yap, Elemtary Os, adalah distro Linux berbasis Ubuntu. yang secara tampilan dan cara kerja cukup mirip dengan Mac OS X. Distro Linux ini dibuat dengan konsep konsistensi desain dan estetika yang konsisten. Distro ini menggunakan desktop manager-nya sendiri yang bernama Pantheon dan terintegrasi dengan aplikasi bawaan elementary OS lainnya, seperti Plank (sebuah dock-bar berbasiskan Docky), peramban web Midori, dan Scratch (Teks editor yang sederhana). Distro ini menggunakan Gala sebagai Window Managernya, yang berbasiskan pada Mutter Windows Manager. Distro ini pada awalnya bermula dari sepaket tema dan aplikasi-aplikasi yang ditujukan untuk Ubuntu, namun kemudian berubah fungsi menjadi sebuah distro linux tersendiri. Sebagai turunan dari Ubuntu, distro ini kompatibel dengan repositori dan paket-paket milik Ubuntu. Distro ini juga menggunakan software center milik Ubuntu untuk menangani pemasangan dan pencopotan perangkat lunak, meskipun software center elemetary sendiri sedang dalam pengerjaan. Rilis versi stabil pertama dari elementary OS adalah "Jupiter",diluncurkan pada Maret 2011 dan berbasis Ubutu 10.10.
Sejak Oktober 2012, versi ini tidak lagi didukung dan berarti juga tidak lagi bisa diunduh di situs resmi elementary OS.
Pada bulan November 2012, versi beta pertama dari elementary OS bernama kode "Luna" dirilis, yang menggunakan Ubuntu 12.04 LTS sebagai dasarnya. Versi beta kedua dari "Luna" dirilis pada tanggal 6 May 2013, melakukan lebih dari perbaikan atas 300 bug dan beberapa perubahan seperti peningkatan dukungan untuk berbagai localization, dukungan layar ganda dan pembaruan beberapa aplikasi.
Pada tanggal 7 Agustus 2013, jam hitung mundur muncul pada situs resmi elementary OS yang berakhir pada 10 Agustus 2013. Versi stabil kedua dari elementary OS, bernama "Luna", diluncurkan pada 10 Agustus 2013, dengan perombakan total dan desain ulang situs resminya.
Pada tanggal 11 April 2015, elementary OS berkode nama "Freya" diluncurkan dengan beberapa peningkatan.
Dan beginilah kemiripan tampilan Elementary Os dengan MacOs
Kelebihan elementary OS
- Community Driven
- Tranparent & Open
- Beautiful & Usable
- Modern Computing
- Speedy
- Full of Features
- Fully Accessible
- Safe and Secure
- 100% Free
- Ready for Apps
- 1 GHz x86 or amd64 processor
- 512MB of system memory (RAM)
- 5GB of disk space
- CD/DVD drive
Recommended System Requirements
- 1 GHz x86 or amd64 processor
- 1GB of system memory (RAM)
- 15 GB of disk space
- CD/DVD Drive or USB port
- Internet access
Sebelum kehadiran MacOs-Linux 11.04, Pear OS adalah distro Linux yang mengusung konsep tampilan antarmuka yang mirip dengan Mac OS X. Namun, Pear OS ini akhirnya dihentikan pengembangannya tanpa sebab yang jelas. Pengguna tak perlu kecewa karena kini hadir MacOs-Linux 11.04.
MacOs-Linux 11.04 adalah distro Linux yang dikembangkan dari Ubuntu 11.04 Natty Narwhal yang diluncurkan April 2011 lalu. Hal ini memang agak aneh, mengingat distro Ubuntu 11.04 ini sudah tak mendapat dukungan malah digunakan untuk mengembangkan MacOs-Linux 11.04.
Terlepas dari distro basis pengembangan MacOs-Linux 11.04 yang dinilai ketinggalan, distro ini memang mengunggulkan sektor tampilan antarmuka. Sekilas pengguna tak akan dapat membedakan tampilan MacOs-Linux 11.04 dengan Mac OS X asli buatan Apple.
MacOs-Linux 11.04 mengusung dock dengan tampilan yang sama dengan Mac OS X dan didukung oleh file manager yang mengusung tampilan yang sangat mirip dengan Finder di Mac OSX.
Tak hanya itu, MacOs-Linux 11.04 juga menggunakan icon, font, dan komponen lainnya agar tampilannya benar-benar mirip dengan Mac OS X. Salah satu kelemahan MacOs-Linux 11.04 ini mungkin adalah aplikasi bawaannya yang terbilang tertinggal karena masih menggunakan basis Ubuntu 11.04. Tapi sayangnya pengembang MacOs Linux ini terhenti.
Dan beginilah kemiripan tampilan MacOs Linux dengan MacOs
Gimana, mirip banget kan? Tertarik? Monggo klik disini atau disini untuk mengunduh MacOs Linux. Dan klik disini untuk tutorial penginstalan MacOs Linux.
RAM 512 mb
North Korea Linux 3.0 adalah distribusi Linux yang dikembangkan untuk negara Korea Utara. Hal yang menarik dari distro North Korea Linux 3.0 ini adalah tampilan antarmuka desktop-nya yang sangat mirip dengan Apple Mac OS X. Konon kabarnya, pemimpin Korea Utara sangat menyukai Mac OS X dan hal ini memengaruhi pengembangan OS North Korea Linux 3.0.
Seperti yang kita ketahui, Korea Utara selama ini telah bekerja untuk mengembangkan sistem operasi sendiri yang berbasis Linux untuk digunakan di komputer yang ada di negara tersebut. North Korea Linux memang tak memiliki tampilan yang khas karena selalu meniru OS lain. North Korea Linux versi 2.0 meniru Windows 7 dan kini versi 3.0 meniru Mac OS X.
Rilis North Korea Linux 3.0 ini menghadirkan menu bar di bagian atas dengan warna silver khas Apple Mac OS X. Begitu juga dengan adanya dock yang sangat mirip dengan Dock milik Apple. Kemungkinan dock yang terdapat pada North Korea Linux 3.0 ini menggunakan aplikasi Cairo dock.
Lalu apa basis pengembangan distro North Korea Linux 3.0 ini? Sampai saat ini belum diketahui pasti distro apa yang menjadi kiblat pengembangan North Korea Linux 3.0 ini. Namun informasi yang beredar menyebutkan bahwa North Korea Linux 3.0 menggunakan Linux Kernel 2.6.38 yang sudah cukup tua. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa North Korea Linux 3.0 dikembangkan dari Red Hat Enterprise Linux (RHEL).
6. Pear OS
Pear OS yang merupakan distro linux turunan Ubuntu ini di klaim sangat mirip dengan MacOS. Pengembang dari distro linux ini berusaha memberikan pengalaman menggunakan Mac OSX kepada para pengguna mulai dari tampilan, desain dan layout dibuat sedemikian rupa agar serupa dengan Mac OSX. Pear OS Linux menggunakan GNOME 3 loh, jadi pastinya aplikasi-aplikasi terbaru dapat berjalan dengan baik di Pear OS Linux.
Pear OS adalah distro linux yang berasal dari Perancis, bikinannya Kangmas David Tavares. Basisnya diambil dari Ubuntu Mini Remix dan dipoles sedemikian rupa oleh David Tavares dan teman-temannya.
Tujuan pembuatan distro linux Pear OS ini adalah untuk menyajikan desktop linux yang berpenampilan sederhana namun tetap powerful. Katanya lagi, Pear OS merupakan distro linux siap pakai plus sudah dilengkapi dengan aplikasi multimedia, walaupun pada kenyataannya, paling tidak menurut saya tidak demikian. Contohnya aplikasi pemutar music Musicue yang belum bisa mengenali file berekstensi mp3, namun demikian file mp3 masih bisa diputar menggunakan aplikasi VLC yang secara default sudah tersedia.
Pear OS sebenarnya juga tersedia untuk tablet, namun link download belum disediakan. Tablet yang sudah didukung antara lain Surface (ARM) dan Surface Pro (x64), khusus ARM juga dikembangkan untuk Samsung Galaxy Tab, Note and Nexus 7 & 10. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan kunjungi http://www.indiegogo.com/projects/pear-os-8-tablet-edition
Sebagaimana distro linux lainnya, Pear OS juga mempunyai forum khusus yang membahas A sampai Z tentang problem yang pernah ditemui selama menggunakan Pear OS, silahkan kunjungi pearlinux.org bila kita mempunyai permasalahan seputar Pear OS.
System Recruitments
Prosesor 32 atau 64 bit 700 MHZ
RAM 512 MiB
Hard disk 8 GB
VGA dengan resolusi layar 1024 x 768
Pemutar CD/DVD atau Port USB untuk menginstal
Dan beginilah kemiripan Pear Os dngan MacOs
Seperti artikel gua kemarin, tentang pembahasan Gmac OS.
Beberapa waktu lalu project Pear OS yang sempat berhenti itu, kini"hidup kembali" dengan merilis Pear OS versi 9. Namun kini, Pear OS berubah project dengan menjadi distro Gmac OS, yang merupakan kependekan dari Gnome Mac.
Saat ini, Gmac merilis versi stabil 10.3 . Ya karena project ini lanjutan dari Pear OS versi 9, jadi langsung dirilis Gmac versi 10.
Gmac OS
Desktop
Thanks udah berkunjung di blog gua yang unyu :)
http://goo. gl/RPoUba
BalasHapushttp://goo .gl/3uYnrQ
http://goo. gl/y62UyR
http://goo .gl/bbjl8s